Ini 5 Perbedaan Flat Dan Apartemen Mulai Dari Status Kepemilikan, Fasilitas dan Lokasi

Perbedaan flat dan apartemen menarik untuk dikulik. Flat dan apartemen adalah dua istilah yang sering digunakan untuk menyebut hunian vertikal.

Meski keduanya sama-sama merujuk pada unit perumahan di gedung bertingkat, ternyata flat dan apartemen berbeda, lho. Lantas, apa saja perbedaan antara flat dan apartemen? Yuk, Simak penjelasannya di bawah ini

5 Perbedaan Flat Dan Apartemen di Indonesia

1. Definisi

Secara harfiah, flat adalah unit hunian yang terletak di dalam gedung bertingkat. Istilah ini lebih umum digunakan di Inggris dan negara-negara berbahasa Inggris lainnya. Sementara itu, apartemen adalah unit hunian yang terletak di dalam gedung bertingkat, baik yang disewakan maupun dimiliki secara pribadi. Istilah ini lebih umum digunakan di Amerika Serikat, Asia dan beberapa negara lainnya.

2. Status kepemilikan

Flat biasanya disewakan oleh pemilik atau pengelola properti. Sementara itu, apartemen bisa disewakan maupun dimiliki secara pribadi. Jika apartemen dimiliki secara pribadi, maka pemiliknya memiliki hak untuk menempati dan menggunakan apartemen tersebut sesuai keinginannya.

Flat biasanya disewakan oleh pemilik atau pengelola properti dan menjadi pilihan populer bagi orang yang mencari tempat tinggal sementara. Sedangkan apartemen dapat disewa atau dimiliki secara pribadi oleh siapa saja yang butuh hunian.

Banyak orang memilih untuk menyewa apartemen karena fleksibilitas yang ditawarkan. Meski begitu, ada juga orang yang memutuskan untuk membeli unit apartemen sebagai investasi atau tempat tinggal jangka panjang.

3. Fasilitas

Flat dan apartemen biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum, seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan taman. Namun, flat umumnya memiliki fasilitas yang lebih sederhana dibandingkan Apartemen.

Apartemen yang lebih mewah biasanya dilengkapi dengan fasilitas tambahan, seperti sauna, spa, dan lapangan tenis. Apartemen juga bisa merupakan bagian dari kompleks perumahan modern dengan fasilitas tambahan seperti kolam renang, gym, atau taman.

Baca juga : Mengenal Apa Perbedaan Mansion Dan Apartemen

4. Lokasi

Flat biasanya terletak di lokasi yang lebih terjangkau, seperti di pinggir kota atau di daerah yang tidak terlalu ramai.

Sementara itu, apartemen biasanya terletak di lokasi yang lebih strategis, seperti di pusat kota atau di daerah yang ramai.

5. Biaya

Flat biasanya memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan apartemen. Hal ini karena flat biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil dan fasilitas yang lebih sederhana.

Kesimpulan

Secara umum, flat dan apartemen memiliki kesamaan, yaitu keduanya merupakan hunian vertikal yang terletak di dalam gedung bertingkat. Namun, ada beberapa perbedaan antara keduanya, yaitu dari segi status kepemilikan, fasilitas yang ditawarkan, lokasi, dan biaya.

Lihat Juga : 7 Perbedaan Apartemen dan Kos-Kosan, Lihat Disini!

Pemilihan antara flat dan apartemen tergantung pada kebutuhan dan anggaran masing-masing individu. Jika ingin memiliki hunian vertikal yang bisa dimodifikasi sesuai keinginan, maka apartemen adalah pilihan yang tepat. Namun, jika ingin memiliki hunian vertikal dengan harga yang lebih terjangkau, maka flat adalah pilihan yang lebih baik.

Jika kini Anda tinggal di kota besar terutama di jakarta, Apartemen seperti apartemen west vista mungkin merupakan pilihan yang lebih baik karena menawarkan akses yang lebih mudah ke berbagai fasilitas dan layanan.

Apakah Apartemen yang Dibeli Menjadi Milik Kita Selamanya?

Dikota – kota besar terutama di Jakarta dan Surabaya, Apartemen menjadi salah satu pilihan hunian yang populer. Selain harganya yang relatif terjangkau, apartemen juga menawarkan berbagai fasilitas yang lengkap dan modern.

Namun, bagi sebagian orang, membeli apartemen masih menjadi hal yang membingungkan, salah satunya terkait dengan kepemilikannya.

Secara umum, apartemen memiliki dua jenis kepemilikan, yakn Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Milik (HM). HGB adalah hak untuk menggunakan dan mendirikan bangunan di atas tanah milik orang lain. HM adalah hak untuk menguasai dan memiliki suatu benda secara penuh dan sempurna.

Hak Guna Bangunan

HGB / Hak Guna Bangunan adalah hak yang paling umum untuk apartemen. HGB memiliki masa berlaku selama 30 tahun dan dapat diperpanjang selama 20 tahun sekali. Setelah masa berlaku HGB berakhir, pemilik apartemen harus memperpanjang HGB atau membeli tanah di bawah apartemennya.

Hak Milik

HM / Hak Milik adalah hak yang paling kuat untuk apartemen. HM memiliki masa berlaku selamanya dan tidak perlu diperpanjang. Namun, Hak Milik untuk apartemen biasanya hanya diberikan untuk apartemen yang dibangun di atas tanah milik pemerintah.

Lalu Apakah Apartemen yang Dibeli Menjadi Milik Kita Selamanya?

Jawabannya tergantung pada jenis kepemilikan apartemen tersebut. Jika apartemen tersebut memiliki Hak Guna Bangunan, maka apartemen tersebut hanya bisa dimiliki selama 30 tahun dan dapat diperpanjang selama 20 tahun sekali. Jika apartemen tersebut memiliki Hak Milik, maka apartemen tersebut bisa dimiliki selamanya.

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang kedua jenis kepemilikan apartemen:

Hak Guna Bangunan

HGB memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

  • Harganya lebih terjangkau dibandingkan HM
  • Proses pengajuannya lebih mudah dibandingkan HM
  • Tidak memerlukan biaya pajak tahunan

HGB juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  • Masa berlakunya terbatas
  • Pemilik apartemen harus membayar iuran pengelolaan apartemen (IPa)

Hak Milik

HM memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

  • Masa berlakunya tidak terbatas
  • Pemilik apartemen tidak perlu membayar iuran pengelolaan apartemen
  • Pemilik apartemen memiliki hak penuh atas apartemennya

HM juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  • Harganya lebih mahal dibandingkan HGB
  • Proses pengajuannya lebih sulit dibandingkan HGB
  • Pemilik apartemen harus membayar pajak tahunan

Kesimpulan

Apartemen yang dibeli bisa menjadi milik kita selamanya jika apartemen tersebut memiliki HM / Hak Milik. Namun, jika apartemen tersebut memiliki HGB, maka apartemen tersebut hanya bisa dimiliki selama 30 tahun dan dapat diperpanjang selama 20 tahun sekali.