Apakah Sewa Apartemen Harus Pakai KTP?

Banyak yang bertanya ke kami, Apakah Sewa Apartemen Harus Pakai KTP? Jawaban singkatnya adalah iya, sewa apartemen harus pakai KTP. KTP merupakan dokumen identitas diri yang sah dan wajib dibawa oleh setiap warga negara Indonesia. KTP digunakan untuk memastikan bahwa penyewa apartemen adalah orang yang sah dan memiliki kewarganegaraan Indonesia.

Selain KTP, penyewa apartemen juga biasanya diminta untuk menyerahkan dokumen identitas lain, seperti kartu keluarga (KK), surat keterangan penghasilan, dan surat keterangan kerja. Dokumen-dokumen tersebut digunakan untuk menilai kelayakan penyewa apartemen.

Pemilik apartemen berhak meminta penyewa untuk menunjukkan KTP dan dokumen identitas lain. Hal ini untuk melindungi kepentingan pemilik apartemen dan memastikan bahwa penyewa apartemen memenuhi syarat untuk menyewa apartemen.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa sewa apartemen harus pakai KTP:

  • Untuk memastikan identitas penyewa. KTP merupakan dokumen identitas diri yang sah dan wajib dibawa oleh setiap warga negara Indonesia. Dengan meminta KTP, pemilik apartemen dapat memastikan bahwa penyewa adalah orang yang sah dan memiliki kewarganegaraan Indonesia.
  • Untuk menilai kelayakan penyewa. Dokumen identitas lain, seperti kartu keluarga (KK), surat keterangan penghasilan, dan surat keterangan kerja, digunakan untuk menilai kelayakan penyewa apartemen. Pemilik apartemen perlu memastikan bahwa penyewa memiliki kemampuan untuk membayar sewa dan memenuhi kewajiban lainnya sebagai penyewa.
  • Untuk melindungi kepentingan pemilik apartemen. Dengan meminta KTP dan dokumen identitas lain, pemilik apartemen dapat melindungi kepentingannya dari penyewa yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, jika penyewa tidak membayar sewa, pemilik apartemen dapat menggunakan KTP penyewa untuk mencarinya.

Oleh karena itu, jika Anda berencana untuk menyewa apartemen, pastikan Anda menyiapkan dokumen identitas diri yang diperlukan, termasuk KTP.

Baca juga : Berapa Lama Hak Kepemilikan Apartemen?

Jika kini Anda sedang mencari apartemen dengan harga murah, Anda dapat mempertimbangkan Apartemen West Vista Hubungi team admin marketing kami di nomer +62-8588-338-1833 untuk informasi lebih lanjut 

Apakah Sertifikat Apartemen Bisa Digadaikan? Cek Disini!

Apartemen merupakan salah satu jenis properti yang banyak diminati di Indonesia. Selain karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan rumah, apartemen juga menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan yang tidak dimiliki rumah.

Bagi pemilik apartemen, sertifikat apartemen merupakan dokumen penting yang menjadi bukti kepemilikan yang sah atas properti tersebut. Sertifikat apartemen juga dapat dijadikan sebagai jaminan utang, salah satunya adalah untuk mengajukan pinjaman ke bank.

Banyak Yang Bertanya Apakah Sertifikat Apartemen Bisa Digadaikan?

Lalu, apakah sertifikat apartemen bisa digadaikan? Jawabannya adalah bisa, asalkan sertifikat tersebut merupakan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMRS).

SHMRS adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada pemilik apartemen yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. Sertifikat ini memiliki kedudukan yang kuat dan memberikan hak penuh kepada pemiliknya untuk menguasai, menggunakan, dan memanfaatkan apartemen tersebut.

Sementara itu, sertifikat apartemen yang tidak dapat digadaikan adalah Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). SHGB adalah sertifikat yang diterbitkan oleh BPN kepada pemilik apartemen yang memiliki hak untuk menduduki dan menggunakan tanah dan bangunan di atasnya selama jangka waktu tertentu.

Untuk menggadaikan sertifikat apartemen, pemilik apartemen perlu mengajukan permohonan kredit ke bank atau lembaga keuangan non-bank. Dalam pengajuan kredit tersebut, sertifikat apartemen akan dijadikan sebagai jaminan.

Bank atau lembaga keuangan non-bank akan memberikan pinjaman sejumlah uang yang nilainya sesuai dengan nilai pasar apartemen tersebut. Besaran pinjaman yang diberikan biasanya berkisar antara 50% hingga 80% dari nilai pasar apartemen.

Pemilik apartemen wajib melunasi pinjaman tersebut beserta bunganya sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati. Jika pemilik apartemen tidak dapat melunasi pinjaman tersebut, maka bank atau lembaga keuangan non-bank berhak untuk menjual apartemen tersebut untuk menutupi utang.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggadaikan sertifikat apartemen:

  • Pastikan bahwa sertifikat apartemen yang Anda miliki adalah Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMRS).
  • Periksa kelengkapan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan kredit, seperti KTP, KK, NPWP, dan bukti kepemilikan apartemen.
  • Bandingkan suku bunga dan persyaratan kredit dari berbagai bank atau lembaga keuangan non-bank.
  • Pahami besaran pinjaman dan jangka waktu kredit yang Anda inginkan.

Dengan memahami ketentuan dan persyaratannya, Anda dapat mengajukan gadai sertifikat apartemen dengan lancar dan mendapatkan pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca juga : Review Apartemen West Vista Hunian Mewah di Jakarta Barat

Jika Anda tertarik Untuk Mengetahui Lebih Lanjut Mengenai Apartemen West Vista Hubungi team admin marketing kami di nomer +62-8588-338-1833 untuk informasi lebih lanjut 

Berapa Lama Hak Kepemilikan Apartemen? Cek Disini!

Apartemen merupakan salah satu jenis properti yang banyak sekali peminatnya di Indonesia. Selain karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan rumah, apartemen juga menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan yang tidak dimiliki rumah.

Bagi pemilik apartemen, hak kepemilikan atas apartemen tersebut merupakan hal yang penting. Hak kepemilikan tersebut menentukan seberapa lama pemilik apartemen dapat menempati dan memanfaatkan apartemen tersebut.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, hak kepemilikan apartemen dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMRS)
  • Hak Guna Bangunan (SHGB)

Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMRS)

SHMRS adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada pemilik apartemen yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Sertifikat ini memiliki kedudukan yang kuat dan memberikan hak penuh kepada pemiliknya untuk menguasai, menggunakan, dan memanfaatkan apartemen tersebut secara terus-menerus selamanya.

Dengan kata lain, pemilik apartemen yang memiliki SHMRS dapat menempati dan memanfaatkan apartemen tersebut selamanya.

Hak Guna Bangunan (SHGB)

SHGB adalah sertifikat yang diterbitkan oleh BPN kepada pemilik apartemen yang memiliki hak untuk menduduki dan menggunakan tanah dan bangunan di atasnya selama jangka waktu tertentu.

Jangka waktu kepemilikan SHGB adalah paling lama 30 tahun. Namun, pemilik SHGB dapat mengajukan permohonan perpanjangan hak guna bangunan tersebut maksimal 20 tahun.

Dengan kata lain, pemilik apartemen yang memiliki SHGB dapat menempati dan memanfaatkan apartemen tersebut selama paling lama 50 tahun.

Kesimpulan

Hak kepemilikan apartemen dapat dibagi menjadi dua, yaitu SHMRS dan SHGB. Pemilik apartemen yang memiliki SHMRS dapat menempati dan memanfaatkan apartemen tersebut selamanya, sedangkan pemilik apartemen yang memiliki SHGB dapat menempati dan memanfaatkan apartemen tersebut selama paling lama 50 tahun.

Baca juga : 7 Tips Membeli Apartemen bagi Calon Pembeli Pemula

Jika Anda tertarik Untuk Mengetahui Lebih Lanjut Mengenai Apartemen West Vista Hubungi team admin marketing kami di nomer +62-8588-338-1833 untuk informasi lebih lanjut 

7 Perbedaan Rumah dan Apartemen, Cek Plus Minus Sebelum Beli

Perbedaan rumah dan apartemen menarik untuk dikulik. Rumah dan apartemen adalah dua jenis hunian yang paling umum dijumpai di Indonesia. Keduanya memiliki karakteristik masing-masing yang dapat menjadi pertimbangan bagi calon pembeli atau penyewa.

Lebih baik beli apartemen atau rumah? Di tahun 2023 yang sudah modern saat ini, banyak yang masih bingung harus memilih rumah atau apartemen. Sebab, apartemen dan rumah memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing, baik digunakan sebagai tempat tinggal ataupun investasi.

Yang perlu anda pahami yakni tidak ada pilihan yang lebih unggul antara satu dan lainnya. Keduanya dapat dipertimbangkan sesuai dengan anggaran, tujuan, kebutuhan, dan keinginanmu.

Sebelum membeli apartemen atau rumah, yuk simak dulu 7 perbedaan rumah dan apartemen dan berbagai kelebihan serta kekurangannya dibawah!

7 perbedaan rumah dan apartemen, Simak Sebelum Membeli

1. Definisi

Secara harfiah, rumah adalah bangunan yang diperuntukkan sebagai tempat tinggal dan tempat berlindung dari cuaca buruk. Sementara itu, apartemen adalah bangunan bertingkat yang dibagi menjadi unit-unit hunian yang terpisah.

2. Status kepemilikan / Hak Milik

Rumah biasanya dimiliki secara pribadi oleh pemiliknya. Sementara itu, apartemen bisa dimiliki secara pribadi atau disewakan.

Biasanya, ketika membeli apartemen, seseorang hanya memiliki hak atas unit tersebut dan akan berbagi fasilitas umum seperti lift, kolam renang, atau taman bersama penghuni lain. Namun, saat membeli rumah, seseorang memiliki hak penuh atas tanah dan bangunan di atasnya.

3. Fasilitas

Apartemen biasanya memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan rumag. Fasilitas yang umum terdapat di rumah antara lain halaman, garasi, dan taman. Sementara itu, apartemen biasanya memiliki fasilitas tambahan, seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan taman bersama serta ruang rapat, namun penghuni harus saling berbagi.

Selanjutnya, saat membeli rumah, Anda dapat membangun fasilitas pribadi seperti kolam renang, taman, dan ruang tamu lebih luas, namun biaya yang dikeluarkan relatif tinggi.

4. Lokasi

Rumah biasanya terletak di lokasi yang lebih luas dan lebih terjangkau dibandingkan apartemen. Sementara itu, apartemen biasanya terletak di lokasi yang lebih strategis, seperti di pusat kota atau di dekat fasilitas umum.

5. Biaya

Rumah biasanya memiliki biaya yang lebih mahal dibandingkan apartemen. Hal ini karena rumah biasanya memiliki ukuran yang lebih besar dan fasilitas yang lebih lengkap serta lebih private.

Sebagai aset investasi, unit apartemen dapat disewakan dan menghasilkan pendapatan bulanan, serta lebih mudah untuk dijual kembali. Namun, nilai properti apartemen di beberapa daerah cenderung stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan seiring waktu.

Di sisi lain, nilai properti rumah cenderung meningkat seiring waktu, sehingga bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang yang menguntungkan. Namun, akan cukup sulit juga untuk menyewakan rumah secara bulanan, dan penjualannya memerlukan waktu yang lebih lama.

6. Keamanan

Rumah biasanya memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan apartemen. Hal ini karena rumah biasanya memiliki pagar dan tembok yang mengelilinginya. Sementara itu, apartemen biasanya hanya memiliki sistem keamanan yang terbatas, seperti CCTV dan petugas keamanan.

7. Fleksibilitas

Rumah biasanya memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan apartemen. Hal ini karena rumah biasanya dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan pemiliknya. Sementara itu, apartemen biasanya memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih rendah karena terikat dengan peraturan dari pengelola apartemen.

Baca juga :

Mengenal Apa Perbedaan Mansion Dan Apartemen, Cek Disini!

Kesimpulan

Rumah dan apartemen memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan antara rumah dan apartemen tergantung pada kebutuhan dan anggaran masing-masing individu.

Pastinya memilih beli apartemen atau rumah dapat menjadi keputusan yang sulit, terutama jika kamu tidak yakin dengan kebutuhan dan keinginan.

Namun, beberapa faktor yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan antara apartemen atau rumah adalah kemampuan dan kondisi keuanganmu.

Jika kini anda berada di jakarta barat dan sedang mencari apartemen dengan harga jual yang murah. Anda dapat mempertimbangkan apartemen west vista

Hubungi team admin marketing kami di nomer +62-8588-338-1833 untuk informasi lebih lanjut terkait terkait apartemen west vista

Ini 5 Perbedaan Flat Dan Apartemen Mulai Dari Status Kepemilikan, Fasilitas dan Lokasi

Perbedaan flat dan apartemen menarik untuk dikulik. Flat dan apartemen adalah dua istilah yang sering digunakan untuk menyebut hunian vertikal.

Meski keduanya sama-sama merujuk pada unit perumahan di gedung bertingkat, ternyata flat dan apartemen berbeda, lho. Lantas, apa saja perbedaan antara flat dan apartemen? Yuk, Simak penjelasannya di bawah ini

5 Perbedaan Flat Dan Apartemen di Indonesia

1. Definisi

Secara harfiah, flat adalah unit hunian yang terletak di dalam gedung bertingkat. Istilah ini lebih umum digunakan di Inggris dan negara-negara berbahasa Inggris lainnya. Sementara itu, apartemen adalah unit hunian yang terletak di dalam gedung bertingkat, baik yang disewakan maupun dimiliki secara pribadi. Istilah ini lebih umum digunakan di Amerika Serikat, Asia dan beberapa negara lainnya.

2. Status kepemilikan

Flat biasanya disewakan oleh pemilik atau pengelola properti. Sementara itu, apartemen bisa disewakan maupun dimiliki secara pribadi. Jika apartemen dimiliki secara pribadi, maka pemiliknya memiliki hak untuk menempati dan menggunakan apartemen tersebut sesuai keinginannya.

Flat biasanya disewakan oleh pemilik atau pengelola properti dan menjadi pilihan populer bagi orang yang mencari tempat tinggal sementara. Sedangkan apartemen dapat disewa atau dimiliki secara pribadi oleh siapa saja yang butuh hunian.

Banyak orang memilih untuk menyewa apartemen karena fleksibilitas yang ditawarkan. Meski begitu, ada juga orang yang memutuskan untuk membeli unit apartemen sebagai investasi atau tempat tinggal jangka panjang.

3. Fasilitas

Flat dan apartemen biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum, seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan taman. Namun, flat umumnya memiliki fasilitas yang lebih sederhana dibandingkan Apartemen.

Apartemen yang lebih mewah biasanya dilengkapi dengan fasilitas tambahan, seperti sauna, spa, dan lapangan tenis. Apartemen juga bisa merupakan bagian dari kompleks perumahan modern dengan fasilitas tambahan seperti kolam renang, gym, atau taman.

Baca juga : Mengenal Apa Perbedaan Mansion Dan Apartemen

4. Lokasi

Flat biasanya terletak di lokasi yang lebih terjangkau, seperti di pinggir kota atau di daerah yang tidak terlalu ramai.

Sementara itu, apartemen biasanya terletak di lokasi yang lebih strategis, seperti di pusat kota atau di daerah yang ramai.

5. Biaya

Flat biasanya memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan apartemen. Hal ini karena flat biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil dan fasilitas yang lebih sederhana.

Kesimpulan

Secara umum, flat dan apartemen memiliki kesamaan, yaitu keduanya merupakan hunian vertikal yang terletak di dalam gedung bertingkat. Namun, ada beberapa perbedaan antara keduanya, yaitu dari segi status kepemilikan, fasilitas yang ditawarkan, lokasi, dan biaya.

Lihat Juga : 7 Perbedaan Apartemen dan Kos-Kosan, Lihat Disini!

Pemilihan antara flat dan apartemen tergantung pada kebutuhan dan anggaran masing-masing individu. Jika ingin memiliki hunian vertikal yang bisa dimodifikasi sesuai keinginan, maka apartemen adalah pilihan yang tepat. Namun, jika ingin memiliki hunian vertikal dengan harga yang lebih terjangkau, maka flat adalah pilihan yang lebih baik.

Jika kini Anda tinggal di kota besar terutama di jakarta, Apartemen seperti apartemen west vista mungkin merupakan pilihan yang lebih baik karena menawarkan akses yang lebih mudah ke berbagai fasilitas dan layanan.